My name is DIAR, I’m not a woman

gambar dari google

gambar dari google

Baru-baru ini ada sms masuk ke nomor HP saya.

“Assalamu’alaikum. Mbak Dian saya Fa**ni, dapet nomor Mbak dari Imanul.

Mau minta nomor Pa Muchson dari PKnH, beliau dosen KKN-PPL saya. Kalau sekiranya Mbak punya, saya mau minta. Terima kasih.”

Saya: “Maaf saya bukan Dian.”

Pengirim pesan sepertinya tanya balik ke Imanul, terus sms: “Oh ya, maksudnya Diar. Gimana Mas Diar?”

(Hadooohh.. kalo saja ada fasilitas sms buat mukul si penerima pesan, DUNG! *dalam hati)

Kalo sempet ngitung, mungkin ini kejadian ke 73.465.843.768-kalinya saya disangka anak cewek (hoax.com). Intinya sudah masuk kategori ‘sering’, dipanggil mbak, euceu, teteh, neng. Belum lagi salah-salah nama, kadang Dian, Dias, Tias, Tiar, dan sebangsanya. Continue reading ‘My name is DIAR, I’m not a woman’

Inspektur Vijay Syndrom

gambar dari google

gambar dari google

Semakin pekan, FLP kami semakin menarik saja (FLP: Forum Lingkar Pekanan a.k.a. LQ, red). Entah karena Big-Bossnya yang keren atau karena anggota gank-nya yang semakin unyu-unyu (Big Boss: MR; anggota gank: Mutarabbi, red). Atau juga, karena di antara kami semua sudah semakin solid (‘solid’ berasal dari kata ‘sale’: jual, diubah ke bentuk kedua tambah ‘d’, menjadi pasif, artinya ‘terjual’.) Yah, saya pastikan anggota gank kami memang semakin ‘terjual’ (lho).

FLP terakhir membahas tentang ‘Trauma Persepsi’, seperti yang sudah saya buat di catatan sebelumnya berjudul ‘Trauma Persepsi (Belajar dari Kisah Nabi Musa dan Bangsa Yahudi)’. Bagi yang belum membaca bisa cek di daftar catatan saya, sebelum ada larangan membaca dari pemerintah. Adapun menu makanan yang menemani FLP  malam itu adalah martabak telor dan martabak kacang-cokelat (yummy), plus ada salah satu anggota gank yang membawa salak pondoh (eh, salak pondoh apa bukan ya? Pokoknya salak, sekantong kresek ‘kecil’). Jadi pada catatan ini kita akan membahas tentang bagaimana caranya membuat martabak telor isi kacang cokelat! (Woo ngawur! Lempar sendal..).

Jadi ceritanya, ketika membahas tentang trauma persepsi di surat Al Maaidah ayat 20-26, ada satu ayat yang menunjukkan karakter bangsa Yahudi, yang kami sebut sebagai ‘Inspektur Vijay Syndrom’. Continue reading ‘Inspektur Vijay Syndrom’

TRAUMA PERSEPSI: Belajar dari Kisah Nabi Musa dan Bani Israil

foto dari google

foto dari google

Kita akan belajar tentang ‘trauma persepsi’ dari Surat Al Maa’idah ayat 20-26. Ayat yang bercerita tentang keengganan bangsa Yahudi menaati perintah Nabi Musa memasuki Palestina. Sedikit gambaran bahwa, secara kasar, trauma persepsi adalah satu perasaan ketika kita memiliki ‘mental block’, merasa tidak mampu sebelum melakukan sesuatu, sudah menyerah sebelum berperang, atau dalam istilah Sunda, sudah ‘kumeok samemeh dipacok’, artinya jika diibaratkan dalam adu ayam, si ayam sudah ‘petak-petok (kabur duluan) sebelum bertanding.’

Continue reading ‘TRAUMA PERSEPSI: Belajar dari Kisah Nabi Musa dan Bani Israil’

Puritan

dari google

dari google

“Puritan (Homicide is Dead)” adalah salah satu lagu yang dibuat dan dinyanyikan oleh Thufail al Ghifari, rapper Islam asal Bandung. Dengan gaya Thufail sebagai pemusik ‘keras’, lagu ini berisi tentang kegelisahan sekaligus ‘serangan’ terhadap kaum atheis, baik atheis murni yang seluruh aspek hidupnya tidak mengakui eksistensi Tuhan (atheis teoritis), maupun atheis yang bersembunyi di balik KTP Islam (orang beragama) namun hidupnya secara sadar mengesampingkan keberadaan Tuhan dan tidak mau menjalankan syari’at agamanya sendiri (atheis praksis).

Thufail al Ghifari juga mempunyai grup musik bernama TROM (The Roots of Madinah) yang beraliran musik cadas / underground namun berisi lagu Islami. Kalau dalam grup musik underground lain memiliki simbol luciferian / setan berkepala kambing, dengan 3 jari terbuka, tapi jari tengah dan jari manis ditekuk (seperti simbol partai berlambang banteng di masa orde baru), simbol penyembahan setan. Maka TROM, dengan beberapa grup musik underground Islam lainnya menggunakan istilah ‘Salam Satu Jari’, Continue reading ‘Puritan’

Tuhan itu (tidak) ada -cerita profesor dan mahasiswa-

dari google

dari google

Di salah satu kampus di Yogyakarta, saat itu sedang berjalan perkuliahan di dalam kelas yang diampu oleh seorang profesor. Ketika kuliah berlangsung, tiba-tiba sang Profesor mengajukan pertanyaan kepada mahasiswanya.

 

Profesor: “Mahasiswa sekalian! Apakah kamu semua bisa melihat adanya Tuhan?”

Mahasiswa: (mikir sebentar, kemudian menjawab) “Tidak Pak..” (serempak)

Profesor: “Apakah kamu semua bisa merasakan dan menyentuh keberadaan Tuhan?”

Mahasiswa: “Tidak Pak…”

Profesor: “Berarti Tuhan itu tidak ada!”

 

Kelas hening. Namun tidak berapa lama ada salah satu mahasiswa yang berdiri. Dia pun bertanya kepada teman sekelasnya.

 

Mahasiswa yang berdiri: “Teman-teman sekalian. Apakah kalian semua bisa melihat otak Pak Profesor?”

Mahasiswa lain: “Tidaaak..”

Mahasiswa yang berdiri: “Apakah kamu semua bisa merasakan dan menyentuh otak Pak Profesor?”

Mahasiswa lain: “Tidaaaakk..”

Mahasiswa yang berdiri: “Nah.. Berarti Pak Profesor ini tidak ada otaknya!”

Tuhan itu (tidak) ada -cerita tukang cukur-

dari google

dari google

Suatu hari, ada seorang pemuda yang sedang bercukur di salah satu tempat di Yogyakarta. Ketika asyik bercukur, ga ada angin ga ada hujan, terjadilah perbincangan nyeleneh antara si pemuda dan tukang cukur.

 

Tukang cukur: “Dek, menurut saya, Tuhan itu tidak ada.”

 

Si Pemuda: (kaget) “Maksud bapak gimana? Kok bisa begitu?”

 

Tukang cukur: “Iya. Tuhan itu tidak ada. Gini dek ya, katanya kan Tuhan itu Maha Penyayang dan Pengasih. Lha terus kok masih banyak orang miskin. Banyak juga para pengemis yang meminta-minta. Juga gembel-gembel di kolong jembatan itu. Coba, berarti kan Tuhan itu tidak ada. Buktinya mereka tidak mendapat kasih dan sayangnya yang sering disebut-sebut itu. Iya kan?”

 

Mendengar pendapat tukang cukur tersebut si pemuda terdiam. Dia juga bingung harus menjawab bagaimana. Hingga diapun selesai bercukur dan pergi meninggalkan tempat tersebut.

Baru beberapa langkah keluar, dia melihat ada seorang pria di seberang jalan. Rambutnya sangat gondrong dan kumal. Tiba-tiba si pemuda tersenyum. Terbersit sebuah ide entah apa. Yang jelas dia segera kembali ke tempat tukang cukur tadi.

 

Sesampainya di tempat cukur… Continue reading ‘Tuhan itu (tidak) ada -cerita tukang cukur-’

Bau Ketek

dari googleHari itu entah hari apa, yang jelas pas jadwal sholat ashar di Masjid Al Mujahidin, UNY. Karena sudah dapet materi tentang dahsyatnya pahala berjama’ah di shaf depan, yang katanya, kata Rasulullah, jika manusia harus mengundi untuk mendapatkan shaf depan, niscaya mereka akan mengundi untuk dapat shaf depan-, ini untuk menunjukkan betapa pahala berjama’ah di shaf depan itu begitu keren. Maka sayapun bersegera menempatinya (cieee). Persis di belakang imam.

Iqamah udah selesai. Seperti biasa sebelum berjama’ah dimulai, sang Imam menyampaikan:

“Kepada jama’ah yang memiliki HP dan alat komunikasi lainnya, mohon dimatikan terlebih dahulu”.

Makmum ada yang protes: “What..?! Jama’ah yang membawa HP, harus dimatikan..?! Jama’ahnya dimatikan..?!”.

“Jangan lebay deh, yang dimatiin itu HP-nya. Ayo lurusin shafnya!” Jawab imam.

“Oooohh.. Maaf ustadz..”  Kata makmum tadi.

Imampun kemudian bertakbir menandai dimulainya sholat. “ALLAAHU AKBAR…”. Seluruh makmum serentak Continue reading ‘Bau Ketek’

Ini dia! 9 Langkah Praktis agar Anda Cekatan dalam Menulis

Catatan: Maksud ”menulis” di sini bukan dalam arti sekedar ‘menulis’ asal jadi. Satu atau dua kalimat doang. Menulis sms atau menulis status. Tapi maksud saya ‘menulis’ di sini dalam pengertian yang dipersempit. Semisal menulis artikel, cerpen, novel, de e

l el. OK lets go! (Lha malah nyuruh pergi..?!)

***

Sebagian besar orang berfikir bahwa menulis adalah pekerjaan orang-orang tertentu. Menulis itu merupakan bakat yang timbul sejak lahir. Tidak bisa sembarang orang melakukannya. Hal ini memberi kesan bahwa para penulis hebat itu memang sudah lahir sebagai penulis. Atau mungkin jika dilihat di rahim ibu para penulis, bisa dilihat di dalamnya udah ada corat-coret dari si jabang bayi. Si orok udah aktif menulis di perut ibunya sejak dalam kandungan.. (halah).

Apakah Anda termasuk orang yang berfikir seperti itu? Continue reading ‘Ini dia! 9 Langkah Praktis agar Anda Cekatan dalam Menulis’

Robot Manja yang Ingin Cantik

Di zaman yang semakin modern ini, di satu sisi manusia semakin dimanjakan, di sisi lain ia dianggap seperti robot. Dimanjakan karena sekarang sudah banyak alat bantu yang semakin canggih dalam segala hal. Seperti robot karena banyak sekali alat yang diciptakan untuk ‘memperbaiki’ bagian-bagian tubuh manusia. Bingung? Sama. Mari kita lihat satu persatu.

DIMANJAKAN

Dulu, tukang pos merupakan segalanya. Mulai dari kirim surat, kirim uang, kirim barang. Sekarang? PT Pos Indonesia harus beberapa kali revisi pekerjaan karena sebagaian besar fungsinya Continue reading ‘Robot Manja yang Ingin Cantik’

Pengendara Kebelet Pipis

Semakin sering naik kendaraan, makin sering juga melihat pola berkendara yang sama bagi sebagian besar masyarakat di Jogja. Ya, mungkin memang bukan semua orang Jogja asli, karena banyak juga pendatang di sini. Mungkin juga malah ga ada orang Jogjanya. Mungkin, ini juga terjadi di berbagai belahan dunia dan seisinya. Kebanyakan mungkin jadinya. Yang pasti, saya ingin mengupas tentang kebiasaan pengendara. Kebiasaan pengendara ini saya sebut sebagai “PKP”: Pengendara Kebelet Pipis.

Coba perhatikan saja ya. Continue reading ‘Pengendara Kebelet Pipis’

Halaman Berikutnya »



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.