Raja tanpa Hidung (saat yg bener dianggap ga bener)

Ehm… ada satu cerita menarik dari temen. Satu kisah yang tak kasi judul deh,, “Kerajaan Tanpa Hidung”.

Konon, dulu pernah hidup seorang Raja yang mengalami penyakit di hidungnya. teramat parah hingga hidungnya tampak rusak. Semua tabib dikerahkan namun hasilnya nihil dan memberi kesimpulan yang sama,, bahwa hidung Sang Raja harus dipotong. Raja pun putus asa dan singkat cerita hidungnyapun dipotong, diamputasi.

Suatu hari setelah pemotongan hidung (halah,, kek sunatan aja,, haha).. seperti biasa Raja turun dari istana untuk menyaksikan aktivitas rakyatnya. Saat memasuki pasar yang sedang padat-padatnya, hampir seluruh rakyat disitu ketawa,, liat Raja yang ga berhidung. Marah campur malu Raja saat itu, mau marah gimana, ga ada satu orangpun yang ga ketawa saat itu,, semua menertawai Sang Raja.

Rajapun geram dan segera pulang ke istana. Sebagai pembalasan dendam, Raja mengeluarkan kebijakan untuk memotong hidung semua rakyatnya. Dipotonglah semua hidung rakyat negara itu dan kejadian ini terjadi dari generasi ke generasi hingga akhirnya semua rakyat termasuk keturunan-keturunannya ga berhidung, meskipun tanpa dipotong.’

Suatu hari, ada seorang pendatang, dia niat berdagang di negara tersebut dan memasuki pasar. Si pedagang kaget, sesampainya di pasar semua orang disitu menertawakannya,,,

Ternyata, dia jadi ejekan dan bahan tertawaan karena DIA PUNYA HIDUNG. Satu hal yang kini dianggap aneh dan lucu di negeri tersebut.

Hemm… mungkin seperti itulah kondisi kita saat ini. Simak saja fenomena pacaran, artis yang ‘kumpul kebo’ bahkan sampe punya anak, dianggap biasa dan seolah ga ada salah-salahnya sama sekali. Sementara kadang kita aneh saat melihat orang baca Qur’an di kelas sebelum kuliah. Pake peci ke pasar. Membaca salam saat masuk kendaraan. Bahkan melecehkan fatwa ulama, seolah dia lebih pintar dari para ulama, bahkan mengejek ulama yang merupakan simbolisasi penegakkan syariat.

Suatu kesalahan yang telah mendarahdaging dan menjadi tradisi, sudah dianggap biasa dan bahkan yang haram bisa jadi halal. Sedangkan terkadang kita merasa aneh ketika kebenaran demi kebenaran diungkapkan dan dilaksanakan.

20 Tanggapan ke “Raja tanpa Hidung (saat yg bener dianggap ga bener)”


  1. 3 kutu buku Januari 23, 2010 pada 4:16 am

    ahh ga penting bgt ni !!

  2. 5 Ahmed Januari 23, 2010 pada 4:48 am

    Bukankah itu sebaliknya, kita mengikuti tradisi agama yang ga tahu gimana asalnya dulu, yang ga setuju malah dipancungnya;;

    • 6 Diar Januari 25, 2010 pada 7:05 am

      Emm… Tapi titik poinnya bukan ke situ, kita bisa kritis terhadap berbagai fenomena, dan tentu berdasar kefahaman, bukan hanya ikut-ikutan,, gimana..??

  3. 7 didik Januari 23, 2010 pada 5:52 am

    Kaloada yang naik motor hanya pake peci saja, maaf Bro, saya harus tertawa

  4. 9 khanifsalsabila Januari 25, 2010 pada 8:48 am

    Pembelajaran yang sederhana, simpel tapi boleh lah…membelajarkan..perlu da perombakan pola pikir rupanya.

  5. 11 desi ariani Januari 26, 2010 pada 3:06 am

    eh…btw yg raja pop sedunia tu benar po adanya ? hidungnya seperti itu kah?apa hanya rekayasa aj?

  6. 13 desi ariani Januari 26, 2010 pada 6:33 am

    ihh……..klo tu benar mengerikan sekali…..tp dia udah wafat ha…mungkin di alam barzah berubah lagi X wajahnya kikzzzkk….n_n

  7. 15 Mu_mu Januari 26, 2010 pada 2:21 pm

    He’em bgtu bnyk org yg sdh g tau mn yg bner mn yg slh,yg haram dianggab suatu hal yg biasa,wajar. .sdngkn yg bnr mlh jd bhn ktawaan mrka blg org aneh. .q bnci mrka!apalgi mrka blg “ak mau jd islam yg biasa sj,g mw ikt2tn sesat(org yg bnr dkatain fanatik)..Astaghfirullah..!mmg dunia kni smkin t’blk.mnsia dbkin bngung.. Smga Allah sllu mmbri ptunjuk kpd kt.Amin.jd pnjg bgt ne komenny

    • 16 Diar Februari 6, 2012 pada 12:19 am

      Ya..
      Di sinilah mungkin pentingnya menuntut ilmu prinsip tentang agama sebelum menuntut ilmu yg lain. Agar fikiran dan ilmu yg kita dapatkan bisa terfilter dengan baik.

  8. 17 Zaitun Maret 6, 2010 pada 3:35 am

    Good articles my brother…just keep write…i think jurnalism is some talent of you…

  9. 19 Hadi widayat Oktober 30, 2010 pada 1:46 am

    Trims atas gambaran kebenaran yg ada saat ini, semoga bisa menjadi bahan renungan tentang kebenaran agama, amiin


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s





Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.