Hakikat Pembangunan Di Indonesia

Betapa sering kita mendapat gembar-gembor tentang pembangunan, apalagi dulu pada rezim Orde Baru yang notabene menempatkan ‘pembangunan’ pada porsi yang begitu tinggi.

Sebenarnya apa sih sebenarnya pembangunan itu..?? Tulisan berikut -meskipun tidak komprehenship-, mencoba menjelaskan secara teoritik tentang hakikat pembangunan (di Indonesia).

Hakikat pembangunan di Indonesia adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan seluruh masyarakat Indonesia[1]. Seiring dengan itu, pembangunan pun menghendaki keikutsertaan dari seluruh warga tanpa terkecuali.

Adapun secara spesifik menurut Profesor Goulet[2] dan beberapa tokoh lain mengatakan bahwa paling tidak ada tiga komponen dasar atau nilai inti yang harus dijadikan basis konseptual dan pedoman praktis untuk memahami arti pembangunan yang paling hakiki, yaitu: kecukupan (sustenance), harga diri (self-esteem), serta kebebasan (freedom), yang merupakan tujuan pokok yang harus digapai oleh setiap orang dan masyarakat melalui pembangunan.

Kecukupan: Kemampuan untuk Memenuhi Kebutuhan-kebutuhan Dasar. Kebutuhan dasar di sini yaitu segala sesuatu yang jika tidak dipenuhi akan menghentikan kehidupan seseorang, meliputi pangan, sandang, papan, kesehatan, dan keamanan. Fungsi dasar dari semua kegiatan ekonomi hakikatnya adalah untuk memenuhi -minimal- kebutuhan-kebutuhan dasar tersebut. Maka bisa dikatakan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi merupakan prasarat bagi membaiknya kualitas kehidupan.

Harga Diri: Menjadi Manusia Seutuhnya. Komponen universal yang kedua dari kehidupan yang serba lebih baik adalah adanya dorongan dari diri sendiri untuk maju, untuk menghargai diri sendiri, untuk merasa diri pantas dan layak melakukan atau mengejar sesuatu, dan seterusnya. Indicator keberhasilan pembangunan bukan hanya dilihat dari gedung-gedung mewah ataupun teknologi canggih dan modern, mlainkan segala hal yang bersifat internal diri manusianya sendiri harus ikut dibangun.

Kebebasan dari Sikap Menghamba: Kemampuan untuk Memilih. Artinya makna pembangunan harus memiliki konsep kemerdekaan manusia. Kemerdekaan atau kebebasan di sini hendaknya diartikan secara luas sebagai kemampuan untuk berdiri tegak sehingga tidak diperbudak oleh pengejaran aspek-aspek materiil dalam kehidupan ini. Jika kita memiliki kebebasan, itu berarti untuk selamanya kita mampu untuk berfikir jernih dan menilai segala sesuatu atas dasar keyakinan, fikiran sehat, dan hati nurani kita sendiri. Kebebasan juga meliputi kemampuan individual atau masyarakat untuk memilih satu atau sebagian dari sekian banyak pilihan yang tersedia.


[1] Drs. Arief Achmad Mangkoesapoetra, M. Pd.. Kontribusi Guru bagi Pembangunan Desa. http://re-searchengines.com/0805arief.html, diakses pada 6 Oktober 2009.

[2] Todaro, Michael P. dan Stephen C. Smith. 2006. Pembangunan Ekonomi (edisi kesembilan), Jilid 1. Jakarta: Penerbit Erlangga, hal. 26-28.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s





Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.