Arsip untuk Kategori 'Puisi'

Aku Manusia Biasa

Seperti angin..

Hati juga bisa berdesir..

Untuk senyum.. dan tunduk malu..

Seperti air..

Bayang juga bisa mengalir..

Untuk tatap.. dan mata yang sayu..

Seperti api..

Jiwa juga bisa membara..

Untuk sikap.. dan laku yang tak hanya..

Pendek saja..

Tapi rasa bisa ratusan meter panjangnya..

Ini salahku.. tapi aku tahu..

Ini salah diri.. tapi aku tak peduli..

Sakit itu bernama rindu, sayangku..

Rindu itu bahagia, bahagia yang menyakitkan..

Bahagia itu bernama rindu, sayangku..

Rindu itu sakit, sakit yang membahagiakan..

Continue reading ‘Aku Manusia Biasa’

Diem itu Bikin Sakit

Ini curhatan anak galau,

ini curhatan anak rantau…

Pernah rasain sakit gigi?

itu tidak jauh lebih sakit daripada didiemin

Pernah rasain kejedot lemari?

itu tidak jauh lebih sakit daripada dicuekin

Marahlah pada dunia,

pecahkan saja semuanya biar ramai.

Itu jauh lebih aku sukai daripada kesunyian.

Sekarang kan udah musim 1000 sms,

bahkan 10.000 sms, atau sejuta sms kalo dikali 100

Apa kau mau bilang: “aku ga punya pulsaaaaa!!”

Ah..

Iklan itu kan udah ga ada…

Udah ganti sekarang jadi: “Aayyyaaaaaaaaaaaaaanggggg!!”

Diem itu bikin sakit,

didiemin itu serasa pailit..

Temenku banyak yang jualan pulsa,

tapi kalo mau ta beliin,

sorri la yaaww.. Continue reading ‘Diem itu Bikin Sakit’

Hari Ini Air Mataku Menetes

Hari ini air mataku menetes..

Kangen rumah..

kangen kau, gadis muda yang kutinggal..

kangen kau, pengisi hatiku setelah ibu..

kangen kau, kangen teramat sangat..

Hari ini air mataku menetes..

Entahlah..

Malam tadi aku bermimpi..

Pulang ke rumah dan terlelap di kamar tengah, seperti biasanya..

kau datang, dengan wajah penuh bedak tak karuan..

“A, tolong rapikan bedak di wajahku” pintamu lirih..

“Kenapa ga dirapikan sendiri?” Tanyaku, sambil kuusap lembut biar bedak di wajahmu rapi.

Kau hanya diam, tersenyum sangat Continue reading ‘Hari Ini Air Mataku Menetes’

Matikah Nurani?

Malam tenggelam

Mentari meninggi

Namun hati,,,

Tetap sepi…

Tak ada Kau di hati.

Allah-ku…

Matikah nurani…?



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.