diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi


Tinggalkan komentar

Yang Ber-Ngupilan di Jalan Dakwah

Oke.. Oke… Kali ini saya mau bahas tentang sesuatu yang Cetar Membahana! Bombastis! dan Revolusioner!!

Apa ituuuuu…???

Yup! Sesuatu tentang… NGUPIL! (krik..krik..)

Jika Fathi Yakan -salah seorang tokoh pergerakan Islam dari Libanon- pernah membuat buku dengan judul ‘Yang Berjatuhan di Jalan Dakwah’, maka tulisan ini adalah sekuel-nya (ceileh), judulnya, ‘Yang Ber-Ngupilan di Jalan Dakwah’ (ga sopan! Jauh banget kaleee..). Nggak ding, ini hanya siratan-renungan iseng aja yang sepertinya lumayan pas juga sama fenomena saat ini.

Kita Mulai!
Temen-temen tau UPIL kan? Itu lho salah satu kampus pendidikan di Bandung, dulu namanya IKIP Bandung (itu UPI -_-). Oh, udah ganti ya? (dari dulu gitu). Baik, maksud saya upil adalah sesuatu yang jauh lebih berharga dari pada emas yang bermukim di dalam hidung manusia (haiyah ‘bermukim’). Kenapa lebih berharga? Buktinya setiap orang mencarinya, meskipun harus susah payah menggunakan berbagai jari secara bergantian. Mulai dari kelingking, telunjuk, jari tengah, jari manis bahkan sampai menggunakan jempol kaki! (alay).

Ngupil adalah pekerjaan setiap orang. Hampir semua orang yang punya hidung pernah ngupil. Bahkan ada juga mungkin Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Just Do It!

Seperti Nabi Musa, yang tidak tau lautan akan terbelah ketika Allah perintahkan tongkatnya untuk dipukulkan, kemudian ia dan kaumnya selamat sedang Fir’aun dan pengikutnya ditenggelamkan. Pun ia tidak tau tongkatnya akan menjadi ular ketika Allah menyuruh tongkat itu ia lempar, kemudian memakan ular-ular kecil para penyihir hingga semua menjadi gempar.

Atau seperti Nabi Ibrahim, yang tidak tau Ismail akan ditukar dengan kambing kibas saat Allah Baca lebih lanjut


11 Komentar

Rahasia di Balik SUPER SEMAR (Surat Perintah Sebelas Maret)

Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) adalah catatan sejarah yang sampai saat ini keabsahannya masih menjadi kontroversi. Secara umum, isi Supersemar adalah perintah Presiden Soekarno kepada Letnan Jendral Soeharto saat itu yang secara implisit mengalihkan tanggung jawab kepresidenan.

Adapun latar belakang keluarnya Surat Perintah pada tanggal 11 Maret 1966 ini, versi resminya adalah sebagai berikut. Menjelang akhir tahun 1965, operasi militer terhadap sisa-sisa G-30-S/PKI boleh dikatakan sudah selesai, hanya penyelesaian politik terhadap peristiwa tersebut belum dilaksanakan oleh Presiden Soekarno. PKI belum dibubarkan. Sementara krisis ekonomi semakin parah. Laju inflasi mencapai 650%. Tanggal 13 Desember 1965 bahkan dilakukan devaluasi, uang bernilai Rp 1.000,00 turun menjadi Rp 1,00. Sementara itu, harga-harga membumbung naik. Hingga pada bulan Januari 1966 para mahasiswa dan pelajar yang tergabung dalam KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) dan KAPI (Kesatuan Aksi Pelajar Indonesia) dengan salah satu pentolannya Soe Hok Gie telah melakukan aksi demonstrasi kepada pemerintahan Soekarno. Selama 60 hari, dengan dipelopori para Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Stop PHP!

Berhentilah PHP-in orang karena hati mudah meradang. Jangan terlalu cair karena bisa membuat multi tafsir. Cobalah mengerti, bahwa terlalu sering interaksi semakin berpotensi menyakiti hati.

***

Terimakasih atas nasehat sepenuh kasih. Ini memang penyakit yang terus bertumbuh. Coba kubunuh tapi mudah kembali kambuh.

Pun kepada siapapun, jangan artikan apapun atas segala sikap yang kususun. Jangan tertipu atas Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Objektif?

Selain dari Tuhan, tidak ada sesuatupun yang objektif di dunia ini, semua hanyalah subjektivitas-subjektivitas yang disepakati.

Perbuatan sebaik apapun jika disepakati sebagai perbuatan buruk, maka akan disebut buruk. Seperti halnya perbuatan seburuk apapun jika disepakati sebagai perbuatan baik, maka akan disebut baik.

Perhatikan orang gila. Kenapa dia disebut ‘orang gila’? Karena Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Menanti

Bibir terkatup namun jiwa tak bisa tertutup. Lidah tak berkata namun hati tak bisa berdusta. Mata tak melihat namun rasa tetap melekat. Kadang pula diam memiliki nuansa yang jauh lebih dalam.

Walau hati tak bertemu hati, namun begitulah cara kita menikmati. Walau jiwa tak bergandeng jiwa, namun begitulah cara kita berbahagia. Kadangpula airmata memiliki nuansa yang jauh lebih bermakna. Tanpa kata, ia bisa Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

BENAR vs BETUL

BENAR sama dengan BETUL. Tapi ‘kebenaran’ tidak sama dengan ‘kebetulan’.

Kamu melakukan kebaikan. Apakah karena kamu yakin bahwa itu sebuah ‘kebenaran’, atau karena ‘kebetulan’ saja lagi musim dan banyak orang yang melakukan?

Kamu berjilbab. Apakah karena kamu yakin itu sebuah kebenaran, atau karena kebetulan saja berjilbab itu lagi trend dan dianggap gaul dengan berbagai model? Sedang jika trend berlalu atau tidak ada orang yang mau tahu, jilbabpun menjadi masa lalu.

Kamu shalat. Apakah karena kamu yakin itu sebuah kebenaran, Baca lebih lanjut