diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

Kampung Halamanku nih…

7 Komentar

Yup,, siapa bilang kota itu lebih segalanya dari kampung?? ga juga… Back to Nature…hanya bisa kau dapatkan di tempat yang bernama kampung… Ni adalah sekilas profil kampung saya yang kebetulan kemarin dibuat untuk memenuhi tugas kuliah (tapi lupa kemarin kuliah apa,, klo ga salah sih… sosiologi…)… Oke.. ni dia… mangga ah…

Letak dan Lingkungan

Kampung Peuteuyjaya merupakan salah satu kampung yang berada di Desa Jayaratu, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Terletak sekitar 7 km dari Kecamatan Singaparna, Ibukota Kabupaten Tasikmalaya. Daerahnya sendiri masih banyak berupa pesawahan dan perkebunan tradisional, meskipun akhir-akhir ini sudah mulai dipenuhi bangunan-bangunan rumah baru. Selain itu ada sungai-sungai kecil, irigasi dan satu sungai besar yang melintasi perbatasan utara kampung ini, yaitu sungai Cikunten yang alirannya berasal dari mata air Gunung Galunggung –gunung yang disebut-sebut sebagai “maskot” Kabupaten Tasikmalaya-.

Adapun perbatasan kampung ini, yaitu:

  • Sebelah Barat : Sungai Cikunten, Kampung Cigalonggong.
  • Sebelah Utara : Geger Nyangked (daerah pesawahan dan perkebunan).
  • Sebelah Timur : Kampung Tabrik.
  • Sebelah Selatan : Sungai Cikunten, Kampung Pasir Ipis.
  1. Penduduk

Jumlah penduduk yang ada di kampung ini sekitar 450 jiwa dengan presentasi laki-laki dengan wanita yaitu 4 : 5 yang terbagi dalam 4 RT. Usia penduduk di kampung ini rata-rata masih relatif panjang, ada beberapa orang penduduk yang usianya mencapai 90-100 tahun, hal ini menurut penduduk setempat dikarenakan kondisi alamnya masih cukup mendukung, belum terlalu banyak polusi.

Mata Pencaharian, Ekonomi dan potensi alam

Sebagian besar masyarakat bermata pencaharian sebagai petani (65%), pedagang (20%), sisanya merantau dan ada juga yang pengangguran.

Hal ini tentunya berbanding lurus dengan potensi alam yang ada, yaitu berupa lahan-lahan pesawahan, hutan-hutan dan kebun. Adapun lahan garapan warga antara lain:

  • Pesawahan
  • Ladang
  • Perkebunan, terutama cabai, tomat dan mentimun
  • Hutan

Untuk kondisi ekonomi sendiri bisa dikatakan ‘cukup’, hal ini dengan indikator bahwa hanya sekitar 20% saja yang terdaftar pada program BLT, dan hal ini sudah di cross-check juga oleh pejabat/tokoh setempat.

Sosial dan Budaya

Kondisi sosial maupun budaya di kampung ini sudah cukup maju, setidaknya sejak 5 tahun terakhir. Hal ini bisa dilihat dengan indikator mulai banyaknya orang yang memiliki benda-benda berteknologi, seperti computer, HP dan bahkan hampir di setiap rumah memiliki televisi. Hal ini dipengaruhi juga karena banyaknya pemuda-pemudi yang merantau ke kota untuk kemudian mereka saat kembali, membawa ‘tradisi-tradisi kota’nya ke kampung, dan tidak jarang positif-negatif, semuanya ikut masuk dan terakulturasi dengan tradisi setempat.

Upacara-upacara tradisional seperti upacara adat dan sesembahan tidak ada. Kalaupun ada, tidak sepenuhnya upacara adat secara “saklek”, melainkan terjadi akulturasi dengan agama Islam. Hal ini dikarenakan di kampung ini ada pesantren yang sudah cukup lama berdiri dan memiliki ratusan santri, yaitu Pondok Pesantren Al-Huda.

Seperti umumnya di kampung, komunikasi dan interaksi sosial cukup solid, warga selalu ada pertemuan rutin minimal sebulan sekali. Kebersamaan warga juga masih cukup baik, hal ini bisa dilihat banyaknya warga yang selalu turut andil dalam kegiatan-kegiatan kerja bakti seperti pada kegiatan bersih jalan, perbaikan jembatan, perombakan pesantren, dan sebagainya.

Kekeluargaanpun masih sangat terjaga, jika terjadi masalah antar warga, maka penyelesaian pertama yang dilakukan adalah kekeluargaan dan musyawarah, tidak langsung ke polisi atau pihak-pihak hukum lainnya.

Adapun mengenai kelembagaan dan pihak-pihak ‘petinggi’ yang terdapat di kampung tersebut adalah:

  • Dukuh
  • Ulama, Kyai, terutama pimpinan Pon-Pes
  • Karang Taruna

Pendidikan, Politik dan Keagamaan

Seperti dikatakan sebelumnya bahwa di kampung ini terdapat pesantren yang telah cukup lama berdiri –pesantren Al-Huda-, maka tidak telak lagi, hal ini berpengaruh besar terhadap kondisi masyarakat. Agama meraka pun 100% Islam, setidaknya sampai artikel ini dibuat, belum ada masyarakat yang memiliki agama/keyakinan lain selain Islam.

Kemudian kenapa saya kaitkan antara politik dan agama, karena masayarakat setempat biasanya cenderung memilih partai atau tokoh partai yang ‘dipilih’ para petinggi agama / ulama setempat, terutama pimpinan Pon-Pes, hal ini terlihat dari masa ke masa Pemilu, kita fokuskan saja ke salah satu partai, yang dipilih pimpinan Pon-Pes adalah partai berbasis NU, dan masyarakatpun ikut ke situ. Tapi meskipun begitu, semakin kesini kebisaan tersebut sudah mulai berkurang, hal ini dimungknkan karena idealisme masyarakat yang mulai berkembang seiring perkembangan zaman.

Adapun di luar itu, pemahaman agama pun cukup masif diberikan oleh para tokoh ulama setempat. Sampai saat ini ada 5 mushola yang tersebar di pelosok kampung tersebut, dan satu masjid besar yang termasuk satu yayasan dengan pesantren Al-Huda. Dan kesemua masjid itu selalu ada pengajian mingguan dan bulanan untuk umum dan ada juga pengajian khusus pemuda-pemudi setiap seminggu sekali.

Untuk pendidikan sendiri, sebagian besar anak-anak di sana lulusan SMP, dan tidak sedikit yang sampai SMA bahkan kuliah. Jadi bisa dikatakan ‘cukup’ berpendidikan.

Penulis: Diar Rosdayana

Simple. Humble. Senang berteman.

7 thoughts on “Kampung Halamanku nih…

  1. Cuantikny…!q pngen kstu. .q kagum dgn kampung itu. .

  2. Iy ne umu ar.. Bgus bgt seh ar.. Pengenny, kmpung impianq sjak kcil kmpung yg damai,rukun,agamis. .hemm!km sring kstu ar?

  3. Ri si yeye t dicaritakeun euy?haha

  4. apik tenane, esih ijo…, tapi kok cedak karo kali keto’e yo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s