diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

Puritan

Tinggalkan komentar

dari google

dari google

“Puritan (Homicide is Dead)” adalah salah satu lagu yang dibuat dan dinyanyikan oleh Thufail al Ghifari, rapper Islam asal Bandung. Dengan gaya Thufail sebagai pemusik ‘keras’, lagu ini berisi tentang kegelisahan sekaligus ‘serangan’ terhadap kaum atheis, baik atheis murni yang seluruh aspek hidupnya tidak mengakui eksistensi Tuhan (atheis teoritis), maupun atheis yang bersembunyi di balik KTP Islam (orang beragama) namun hidupnya secara sadar mengesampingkan keberadaan Tuhan dan tidak mau menjalankan syari’at agamanya sendiri (atheis praksis).

Thufail al Ghifari juga mempunyai grup musik bernama TROM (The Roots of Madinah) yang beraliran musik cadas / underground namun berisi lagu Islami. Kalau dalam grup musik underground lain memiliki simbol luciferian / setan berkepala kambing, dengan 3 jari terbuka, tapi jari tengah dan jari manis ditekuk (seperti simbol partai berlambang banteng di masa orde baru), simbol penyembahan setan. Maka TROM, dengan beberapa grup musik underground Islam lainnya menggunakan istilah ‘Salam Satu Jari’, dengan telunjuk mengacung ke atas, simbol ketauhidan, peng-Esaan Allah. Jika ada yang penasaran bisa cari sendiri di internet, lagunya juga sudah tersebar dan bisa didownload. Aliran ini bisa menjadi alternatif bagi siapa saja yang tidak menyukai jenis nasyid, yang kadang terlalu mendayu-dayu. Atau bagi para penyuka aliran musik underground tapi menginginkan substansi lagu tetap Islami.

SALAM SATU JARI!

* * *

PURITAN (HOMICIDE IS DEAD) – Thufail al Ghifari

Bismillahirrahmaanirrahiim

Assalamualaikum …

Muslim strikes back yo…(strikes back)

Adalah bagaimana para atheis menyangkal nama Tuhannya

Fitnah terlebih dahulu tanpa beri kesempatan untuk bertanya

Tentukan setiap tema legitimasi logika seperti hak cipta

Supaya bisa kucuci seluruh ketololanmu dengan aqidah

Persetan dengan logika sejak parameter hak asasi kuffur dengan seberapa banyak maksiat yang kau benarkan tuk tetap ada

Kini lehermu-lah yang membuat golokku terasah

Target operasi diantara segudang komunis seperti sosialis di tempat sampah

Karena aku adalah libido kemarahanmu yang terangsang pada kedangkalan isi penipu Marxis idiot atheis yang tetap melacur di kelurahan nasionalis

Para manusia goblok warisan orientasi kontra pantura

Atheis berbisa ular belukar liberal

Idiot mana yang coba definisikan moral

Persetan dengan diskusi tanpa implementasi dan kunci pembuka hati dialektika omong kosong seribu bahasa

Instruksi air raksa

Sahabatku yang kau murtadkan tanpa sadar ke jurang neraka

Reduksi basa-basi hingga ke kafir yang paling fatal

Dustakan banyak dalil

Pluralis adalah ambisi

Wadah amunisi kalian memang lebih bangsat dari Abu Jahal

Logika kalian membuat kami siap tuk menuai badai

Untuk setiap logika pembenaran yang kau bela dengan fitnah

Yang membuat orang lain kuffur bersamamu

Untuk setiap ide yang kalian doktrin bagi utopia yang kalian harapkan

Aku bersumpah bagi seluruh kaderisasi Islam yang harus tetap bertahan

Dari setiap generasi Islam yang harus tetap terjaga

Maka setiap jenis sakal yang kalian olok-olokkan

Sampai akhir hidupku Islam akan kubela walau nyawaku harus rata dengan aspal

Aku bangga membuat badan dan leher kalian terpisah

Khotbah kalian terbatas pada gundukan sampah

Lawan api dengan api semoga kalian cepat rata dengan tanah

Tai sejarah memang homicide adalah selangkangan dajjal diatas metode yang penuh cairan ludah

Back-up omonganmu sambil menunggu neraka mampir

Hak hidupmu akan kubakar hingga arang terakhir

Seratus kali lebih dangkal dari tajuk pembakar batas

Seribu kali lebih busuk dari demokrasi Amerika

Kami akan selalu berpikir setiap kafir harus berakhir diperapian

Bagi dunia yang tak melebihi dari sebuah persinggahan

Karena keyakinan kami lebih besar dari sebuah orasi logika kalian basi, mulut kalian bau tengik terasi

Karena Jihad adalah wajib bagi munafik atheis seperti kalian

Maka jawaban atas lagu puritan adalah omung kosong besar

Bagi pengecut atheis yang masih bisa bersembunyi dibalik KTP Islam, yeah

Seberapa jauh kau bangga pada dirimu

Tapi arena mikropon ini juga berbicara tentang implementasi bung!

Wooo … Islam, is my life, is my way, is my habit ( Muslim unite…)

Penulis: Diar Rosdayana

Simple. Humble. Senang berteman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s