diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

My Name Is Diar, I’m Not A Woman

7 Komentar

gambar dari google

gambar dari google

Baru-baru ini ada sms masuk ke nomor HP saya.

“Assalamu’alaikum. Mbak Dian saya Fa**ni, dapet nomor Mbak dari Imanul.

Mau minta nomor Pa Muchson dari PKnH, beliau dosen KKN-PPL saya. Kalau sekiranya Mbak punya, saya mau minta. Terima kasih.”

Saya: “Maaf saya bukan Dian.”

Pengirim pesan sepertinya tanya balik ke Imanul, terus sms: “Oh ya, maksudnya Diar. Gimana Mas Diar?”

(Hadooohh.. kalo saja ada fasilitas sms buat mukul si penerima pesan, DUNG! *dalam hati)

Kalo sempet ngitung, mungkin ini kejadian ke 73.465.843.768-kalinya saya disangka anak cewek (hoax.com). Intinya sudah masuk kategori ‘sering’, dipanggil mbak, euceu, teteh, neng. Belum lagi salah-salah nama, kadang Dian, Dias, Tias, Tiar, dan sebangsanya.

Saya juga maklum sih, ini bukan sepenuhnya kesalahan mereka, atau kalian. Mungkin ini memang beranjak dari nama saya sendiri yang tersusun dengan struktur yang langka, menarik, unik, kalo ga mau dibilang ‘aneh’. Yups. Its  me: DIAR ROSDAYANA. Nama ‘Diar’ memang jarang dipakai. Juga terkesan netral, bisa buat cewek atau cowok, tapi cenderung ke-cewek-cewek-an sepertinya. Apalagi ditambah ‘Rosdayana’. Ya sudah. Begitulah jadinya.

DINAMIKA DAN REALITA

Banyak orang yang komentar, namanya kok nanggung banget? kenapa ga DIAN aja? DIAS, TIAN, atau DIARE sekalian, biar lebih famuliar.. (Tuing). Hemm, punya nama unik dan keren memang susah. Seringkali kalo abis belanja di toko, atau lagi registrasi apa gitu yang mengharuskan menulis nama, maka saya harus berulang-ulang menyebutkannya.

Berikut adalah kejadian pas di tempat reparasi printer, si karyawan mau nulis nama saya di secarik nota.

Karyawan: “Ya mas, namanya siapa?”

Saya: “Diar”

Karyawan: “Dian?”

Saya: “Diar” (meninggi)

Karyawan: “Dias?”

Saya: “Diarrr, pake ‘R’.”

Karyawan: “Tiar?”

Saya: “DIAR.. DIAR, pake D depannya.”

Karyawan: “Oh iya..”

Kemudian ditulis di struknya: ‘DIYAR’

(twewewew..!!)

Di kasus lain, temen-temen juga punya sebutan lain buat saya karena ‘kesulitan-kesulitan’ itu, ada yang akhirnya membuat panggilan-panggilan khusus, sendiri-sendiri, ada yang manggil ‘Dayer’, ‘Koyar’, ada juga yang manggil ‘Didi’, atau di kesempatan tertentu kadang juga menjadi guyonan: “Dhiar! Dhier! Dhor!” (Glek!)

TINJAUAN HISTORIS

Tentang ‘DIAR’. Sayapun dulu penasaran tentang nama ini. Setelah cek dan konfimasi sama 2 tokoh yang membuat saya nongol di dunia (baca: ortu), ternyata nama saya memiliki asal usul yang seru.

Jadi kata ibu, yang sekarang jadi guru SMP di kampung, awalnya saya mau dikasih nama DIAN. Tapi katanya ada murid SMP saat itu namanya juga DIAN, anaknya nakal banget. Akhirnya diurungkanlah niat ini. Terus ternyata ada juga murid SMP saat itu namanya DIAR, anaknya baik dan pintar, (sholeh dan rajin menabung), selalu dapat ranking pertama dalam pelajaran setiap tahunnya. Akhirnya dipilihlah nama itu. Meski belakangan ternyata yang namanya DIAR, si anak tadi yang dimaksud setelah lulus terkena penyakit jiwa (ini beneran lho), karena ingin dibelikan motor buat SMA, tetapi orang tuanya tidak mampu buat membelikan. Ah, semoga ini bukan pertanda buruk buat saya karena namanya sama.

Intinya, nama ‘DIAR’ sudah dipilih.

Tentang ROSDAYANA. Ini adalah gabungan dari nama kedua orang tua yang saya cintai. ROS, dari ROSHAYATI, nama Ibu. DAYANA, dari nama ayah, DAYAT (HIDAYATULLAH), yang kemudian ujungnya dimodifikasi, biar keren. Hehe.

Jadilah ‘ROSDAYANA’.

TENTANG ‘KEUNIKAN’ (unik? ‘aneh’ kaleee)

Saya itu 3 bersaudara, dan saya anak kedua. Kata Ibu, sebenarnya anak-anak beliau mau dikasih ‘nama-nama unik’ semuanya. Kakak saya sendiri namanya ANDI ROSYANDI. ANDI  untuk panggilan, sedangkan ROSYANDI, juga modifikasi dari gabungan nama orang tua. Jadi awalnya, ketiga anak akan dikasih nama secara berurutan dengan saling menyambung di ujung: ANDI – DIAN – NINA (Nina untuk anak ketiga). Dengan nama panjang masing-masing secara lengkap: ANDI ROSYANDI, DIAR ROSDAYANA, dan NINA ROSYANTI. (tentang ROSYANTI, tentu saja memiliki sejarah yang sama seperti ROSYANDI dan ROSDAYANA).

Namun pas kelahiran anak ketiga, punya sejarah sendiri, dengan rancana awal nama ‘Nina Rosyanti’ itu. Jadi pas syukuran kelahiran anak baru di rumah, dihadiri oleh pemimpin Pondok Pesatren, yang juga ‘disepuhkan’ di kampung, Akang Aep Saepuddin (‘Akang’ adalah panggilan akrab masyarakat kepada beliau).

Akang: “Saha ngaran budak teh?” (siapa nama anaknya?)

Ibu: “Nina Rosyanti, Kang“

Akang: “Wah, atuh sing rada Islami ngaranan budak teh.” (Wah, yang Islami dikit lah kalo ngasih nama anak)

Ibu (agak malu juga): “Oh, mangga atuh tiasa dipangmilariankeun ku Akang, teu sawios-wios.” (Oh, silakan boleh dicarikan sama Akang, tidak apa-apa).

Selang beberapa hari, Akangpun memberi tahu bahwa rekomendasi nama anak ketiga itu “SYIFA FAUZIAH”, artinya “Cageur nu mawa kabungahan” (Sehat/kesehatan yang membawa kebahagiaan). Akhirnya si bungsu ini bernama ‘beda’ sendiri: SYIFA FAUZIAH.

EPILOG

Yup, begitulah sodara-sodara! Beberapa fakta, dinamika dan kajian intensif tentang asal-usul nama saya (halah). Hal inilah juga salah satunya yang ‘memaksa’ saya pada akhirnya memasang foto asli di Profil FB. Karena ternyata kesalahfahaman itu juga menjangkiti kehidupan di dunia maya. Hohoho..

Berikutnya sebagai penutup, saya tegaskan bahwa nama saya adalah “DIAR ROSDAYANA”, apapun yang terjadi, saya tetap bangga dengan nama ini. Dan yang terpenting, saya adalah LAKI-LAKI TULEN! Len.. Len.. Len.. Len.. (efek echo).

Kalau Bollywood punya film dengan kutipan: “My name Is Khan, I’m not a terrorist.”

Maka saya punya catatan dengan kutipan: “My name is Diar, I’m not a woman.”

^o^

Penulis: Diar Rosdayana

Simple. Humble. Senang berteman.

7 thoughts on “My Name Is Diar, I’m Not A Woman

  1. Ternyata ini postingan yang diceritakan kawan saya..
    Senasib kok pak, gak jarang pulak dipanggil mas. Hehe.

    • “postingan yang diceritakan kawan saya”, maksudnya..??

      Ya, nasib bernama ‘aneh’ memang begitu..
      Tapi, bukankah menjadi langka itu istimewa..??
      He..

      • Jadi kawan saya cerita, katanya, antum buat tulisan tentang nama juga, tak cari, dan ternyata ini posting yang dia ceritakan🙂

        Hehe, sepakat.
        Sepertinya bukan hanya langka, tapi ndak ada duanya😀

  2. mbak, eh ups salah! mas diar maksud saya v^^ ikutan sayembara penulisan buku pengayaan 2012 yuks.. siapa tau juara? hayuk hayuk.. segera cari ide, then write!!!

  3. nama saya juga diar salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s