diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

Memaknai Tujuan Hidup

Tinggalkan komentar

Ada yang berguru pada orang ber-SK tapi tidak mendapat apa-apa. Ada yang bergelut di lembaga pendidikan sampai beruban tapi tidak pernah mendapat pelajaran. Ada pula yang cuma melihat apel jatuh ke tanah kemudian mendapat hikmah. Ada yang merenungi seekor lalat kemudian menjadi manusia hebat. Ada yang menjadi guru besar tapi tidak kenal dengan Yang Maha Besar. Ada yang sampai ke bulan tapi tidak yakin kepada Tuhan. Ada yang bahkan tidak masuk TK tapi memaknai jiwa dalam genggaman Sang Pencipta. Ada pula yang melihat semut berjalan kemudian menambah keteguhan iman.

Ada yang hidup tetapi mati. Bermata tanpa ‘melihat’. Bertelinga tanpa ‘mendengar’. Berhati tapi tanpa ‘merasai’. Namun ada juga yang hidup dalam kehidupan, bahkan tetap hidup meski mengalami kematian.

Hakikat kehidupan adalah ‘kehidupan’ itu sendiri. Jasad yang hidup. Ruh yang hidup. Akal yang hidup. Jiwa yang hidup. Hidup yang hidup. Senantiasa mendapat ilmu dan keimanan atas apapun yang ia temukan.

“Hikmah adalah barang hilang milik orang beriman. Di mana saja ia temukan, ambillah sebagai pelajaran.” (HR. Tirmidzi)

Penulis: Diar Rosdayana

Simple. Humble. Senang berteman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s