diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

Menanti

Tinggalkan komentar

Bibir terkatup namun jiwa tak bisa tertutup. Lidah tak berkata namun hati tak bisa berdusta. Mata tak melihat namun rasa tetap melekat. Kadang pula diam memiliki nuansa yang jauh lebih dalam.

Walau hati tak bertemu hati, namun begitulah cara kita menikmati. Walau jiwa tak bergandeng jiwa, namun begitulah cara kita berbahagia. Kadangpula airmata memiliki nuansa yang jauh lebih bermakna. Tanpa kata, ia bisa berkata. Tanpa jiwa, ia bisa merasa.

Cinta itu berteman masa. Terlalu lama menjadi sengsara, terlalu cepat mudah berkarat. Seperti rindu yang berteman waktu. Selezat bertemu berakhir jemu.

Biarkan fikir menjadi zikir. Biarkan gundah menjadi ibadah. Biarkan menanti berazas ilahi. Biarkan semua indah pada waktunya. Dan semua selalu indah pada waktunya…

Penulis: Diar Rosdayana

Simple. Humble. Senang berteman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s