diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi

Objektif?

Tinggalkan komentar

Selain dari Tuhan, tidak ada sesuatupun yang objektif di dunia ini, semua hanyalah subjektivitas-subjektivitas yang disepakati.

Perbuatan sebaik apapun jika disepakati sebagai perbuatan buruk, maka akan disebut buruk. Seperti halnya perbuatan seburuk apapun jika disepakati sebagai perbuatan baik, maka akan disebut baik.

Perhatikan orang gila. Kenapa dia disebut ‘orang gila’? Karena orang-orang di sekitarnya mengaku tidak gila, akhirnya jika ada yang ‘menyimpang’, disebutlah dia gila. Coba kalo semua orang itu gila, dan hanya kita yang tersisa dan merasa tidak gila, bisa jadi justru kita ini yang disebut orang gila.

Begitupula dengan berbagai kemaksiatan dan kejahatan, jika ia dilakukan oleh banyak orang dan terus menerus dilakukan, satu saat bisa jadi itu dianggap sebuah kewajaran hanya karena banyak orang yang melakukan. Sementara ketika ada yang melakukan kebaikan, tapi yang melakukan hanya satu-dua orang, maka satu saat justru dia yang disebut ‘menyimpang’ dari kewajaran.

Selayaknya kita mesti kritis melihat berbagai hal yang terjadi di sekitar. Tidak semua yang banyak orang melakukan merupakan kebaikan, bisa jadi itu hanyalah keburukan yang -karena sering dilakukan- akhirnya dianggap kewajaran. Lakukan segalanya atas landasan kebenaran dari Tuhan, landasan keimanan, landasan Al Qur’an dan Rasulullah junjunan, maka kita akan temukan hakikat kebenaran. Insyaallah.

Penulis: Diar Rosdayana

Simple. Humble. Senang berteman.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s