diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi


Tinggalkan komentar

Hindari Berdebat II

Hindari berdebat meski kamu yakin berada di pihak yang tepat. Hindari berwacana meski kamu merasa benar adanya. Karena tanpa kerja, semua hanya menjadi kata tanpa makna.

Perdebatan berlebihan hanya berujung pada pencarian pembenaran daripada pencarian kebenaran. Inilah yang membuat hati menjadi keras dan otak tidak bisa berfikir cerdas.

Bungkam prasangka mereka dengan Baca lebih lanjut

Iklan


Tinggalkan komentar

Islam dan Demokrasi

(Catatan berikut merupakan kutipan pendapat ketika saya berdiskusi di FB dengan saudara saya dari salah satu harakah Islam, seputar Islam dan demokrasi)

islam demokrasiDalam sejarah masa Rasulullah, ada semacam ‘undang-undang tidak tertulis’ yang berlaku pada masa itu. Yaitu sebuah undang-undang di mana masyarakat jahiliyah sangat menghargai ketika ada pihak yang kuat memberi perlindungan kepada pihak yang lemah. Jika seorang yang lemah masuk ke dalam jaminan keamanan (jiwa) orang yang kuat, maka orang tersebut dapat menikmati jaminan perlindungan kebebasan bergerak dan berfikir, hingga pihak musuh tidak akan dapat mengganggunya sama sekali.

Inilah yang dilakukan Rasulullah, Beliau menggunakan perlindungan pamannya, Abu Thalib -yang merupakan orang musyrik-, untuk melindungi kebebasan dakwah beliau.

Berkata Ibnu Ishaq, “Paman Rasulullah Saw., Abu Thalib melidungi & membelanya sehingga beliau terus melanjutkan dakwahnya tanpa mempedulikan gangguan apapun. Ketika Quraisy melihat bahwa Rasulullah Saw. terus mengecam mereka, sementara Abu Thalib telah melindunginya sehingga menolak menyerahkannya kepada mereka, berangkatlah beberapa orang menemui Abu Thalib. Mereka berkata: “Wahai Abu Thalib, sesungguhnya anak saudaramu (Muhammad Saw.) telah mengecam tuhan-tuhan dan agama kita, mencela mimpi-mimpi kita & mengatakan nenek moyang kita sesat. Kami harap engkau dapat mencegahnya atau biarkan kami bertindak terhadapnya..” dan seterusnya… Baca lebih lanjut