diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi


Tinggalkan komentar

Menanti

Bibir terkatup namun jiwa tak bisa tertutup. Lidah tak berkata namun hati tak bisa berdusta. Mata tak melihat namun rasa tetap melekat. Kadang pula diam memiliki nuansa yang jauh lebih dalam.

Walau hati tak bertemu hati, namun begitulah cara kita menikmati. Walau jiwa tak bergandeng jiwa, namun begitulah cara kita berbahagia. Kadangpula airmata memiliki nuansa yang jauh lebih bermakna. Tanpa kata, ia bisa Baca lebih lanjut

Iklan


Tinggalkan komentar

Aku Manusia Biasa

Seperti angin..

Hati juga bisa berdesir..

Untuk senyum.. dan tunduk malu..

Seperti air..

Bayang juga bisa mengalir..

Untuk tatap.. dan mata yang sayu..

Seperti api..

Jiwa juga bisa membara..

Untuk sikap.. dan laku yang tak hanya..

Pendek saja..

Tapi rasa bisa ratusan meter panjangnya..

Ini salahku.. tapi aku tahu..

Ini salah diri.. tapi aku tak peduli..

Sakit itu bernama rindu, sayangku..

Rindu itu bahagia, bahagia yang menyakitkan..

Bahagia itu bernama rindu, sayangku..

Rindu itu sakit, sakit yang membahagiakan..

Baca lebih lanjut


1 Komentar

Diem itu Bikin Sakit

Ini curhatan anak galau,

ini curhatan anak rantau…

Pernah rasain sakit gigi?

itu tidak jauh lebih sakit daripada didiemin

Pernah rasain kejedot lemari?

itu tidak jauh lebih sakit daripada dicuekin

Marahlah pada dunia,

pecahkan saja semuanya biar ramai.

Itu jauh lebih aku sukai daripada kesunyian.

Sekarang kan udah musim 1000 sms,

bahkan 10.000 sms, atau sejuta sms kalo dikali 100

Apa kau mau bilang: “aku ga punya pulsaaaaa!!”

Ah..

Iklan itu kan udah ga ada…

Udah ganti sekarang jadi: “Aayyyaaaaaaaaaaaaaanggggg!!”

Diem itu bikin sakit,

didiemin itu serasa pailit..

Temenku banyak yang jualan pulsa,

tapi kalo mau ta beliin,

sorri la yaaww.. Baca lebih lanjut


8 Komentar

Hari Ini Air Mataku Menetes

Hari ini air mataku menetes..

Kangen rumah..

kangen kau, gadis muda yang kutinggal..

kangen kau, pengisi hatiku setelah ibu..

kangen kau, kangen teramat sangat..

Hari ini air mataku menetes..

Entahlah..

Malam tadi aku bermimpi..

Pulang ke rumah dan terlelap di kamar tengah, seperti biasanya..

kau datang, dengan wajah penuh bedak tak karuan..

“A, tolong rapikan bedak di wajahku” pintamu lirih..

“Kenapa ga dirapikan sendiri?” Tanyaku, sambil kuusap lembut biar bedak di wajahmu rapi.

Kau hanya diam, tersenyum sangat Baca lebih lanjut