diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi


Tinggalkan komentar

Stop PHP!

Berhentilah PHP-in orang karena hati mudah meradang. Jangan terlalu cair karena bisa membuat multi tafsir. Cobalah mengerti, bahwa terlalu sering interaksi semakin berpotensi menyakiti hati.

***

Terimakasih atas nasehat sepenuh kasih. Ini memang penyakit yang terus bertumbuh. Coba kubunuh tapi mudah kembali kambuh.

Pun kepada siapapun, jangan artikan apapun atas segala sikap yang kususun. Jangan tertipu atas Baca lebih lanjut

Iklan


Tinggalkan komentar

Menghadapi Ujian

Manusia selalu diberi ujian sesuai tingkatan. Anak SD hanya diberi ujian tingkat SD. Anak SMP tentu diberi ujian tingkat SMP. Sama halnya anak SMA dan anak kuliahan. Mereka diberi ujian sesuai jenjang masing-masing dalam pendidikan.

Begitupula rumus kehidupan. Sesulit apa ujian yang didapatkan tergantung setinggi apa kualitas kita dalam keimanan. Karena itu kita bisa saksikan bahwa ujian terberat terdapat di kalangan Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Kentut..? So What Gitu Loh..! (part 2)

Udah baca part 1-nya belum? Kalo belum baca dulu gih sono. Udah? Oke deh. Silakan. Ini hikmah kentut yang berikutnya.

Coba direnungkan lagi, kenapa kita bisa uring-uringan sama kentut orang lain, entah karena baunya yang seperti racun dunia, atau karena suaranya yang cetar membahana? Tapi, di sisi lain, kita merasa nyaman dengan kentut sendiri (nyaman?). Sejauh ini rasanya ga pernah tuh saya liat ada orang yang marah-marah sama kentutnya sendiri. Misal dia bilang “Eh, Tut (kentut maksudnya), lu kalo mau keluar mikir-mikir dong! Cari waktu yang tepat buat bunyi napa!”, atau orang bilang: “Eh, kali ini aromanya ganti ya, jangan terlalu menyengat, yang wangi apel aja… :P”. Ngga, kan? Bahkan ketika pada puncaknya harus sampai masuk WC, ketika Sang Kentut ini bermetamorfosis (haiyoh) menjadi wujud yang lebih sempurna, menyublim menjadi benda padat, kita bisa menikmati aja sama baunya, bahkan mungkin dinikmati dan diresapi (kepalang jorok deh :P).

KENAPA COBA?
Jawabannya ada dua alasan. Pertama, Baca lebih lanjut


2 Komentar

Kentut..? So What Gitu Loh..! (part 1)

Beberapa posting terakhir saya kayaknya agak serius dan melankolis, kali ini mungkin sedikit ringan aja ya, bahkan mungkin bukan ringan lagi ini mah, sampai ga bisa ditimbang, ngapung melayang, yaitu tentang: KENTUT. #uhuk..uhuk..

Eits tunggu, jangan marah-marah dulu. Mungkin memang ada yang protes “Apaan sih bahas kentut?”, “Idih jorok banget!”, “Woi! Ga penting! Jijik tau…”. Ah, itu dia. Padahal semua orang itu pasti kentut, kan? Orang kaya, kentut. Orang miskin, kentut. Orang jelek, kentut. Orang cakep, kentut juga. Maling, kentut. Presiden juga kentut. Jadi ga perlu sombong, mau secantik apapun, seganteng apapun, uang di mana-mana, mau bagaimanapun, dalam posisi sebagai apapun, setiap manusia pasti kentut juga, kan? Biasa aja lagi. Hohoho..

So, dari itulah postingan ini dibuat, kita akan mengambil banyak hikmah dari sebuah kentut (sebuah?). Mari kita membahas kentut yang semula tabu menjadi layak dan patut untuk diperbincangkan. Semuanya akan dikupas secara tajam, setajam, pisau Mak Icih. 

BAIK PARA PEMIRSA, LET’S TALK ABOUT… “KENTUT”.
Pernah ga kamu merenung, kenapa kalau orang kentut itu suka malu (atau jangan-jangan, kamu ga malu? hehe), sebisa mungkin Baca lebih lanjut