diarydiar

bahagiakan hati dengan berbagi


Tinggalkan komentar

Menanti

Bibir terkatup namun jiwa tak bisa tertutup. Lidah tak berkata namun hati tak bisa berdusta. Mata tak melihat namun rasa tetap melekat. Kadang pula diam memiliki nuansa yang jauh lebih dalam.

Walau hati tak bertemu hati, namun begitulah cara kita menikmati. Walau jiwa tak bergandeng jiwa, namun begitulah cara kita berbahagia. Kadangpula airmata memiliki nuansa yang jauh lebih bermakna. Tanpa kata, ia bisa Baca lebih lanjut

Iklan


Tinggalkan komentar

Ketertarikan Ikhwan Akhwat

Pak Cah mengatakan bahwa para ikhwan lebih sulit menahan pandangan atas akhwat yang berjilbab lebar daripada atas mereka yang pakaiannya belum beres secara syar’i, itu karena dalam diri mereka telah tertanam asumsi bahwa calon istri mereka kelak adalah yang seperti itu. Mereka melakukan identifikasi calon istri, sehingga yang berjilbab lebar itu lebih menarik bagi mereka.

Tetapi menurut seorang Akh saat cerita sepulang rihlah mengatakan bahwa sebenarnya akhwat berjilbab itu menarik bagi siapa saja.

Kata beliau, akhwat tidak hanya mempesona bagi yang sudah ‘kenal ngaji’ karena terjadi ‘Identifikasi Calon Istri’ tadi. Para akhwat berjilbab itu -sejujurnya- menarik dan mempesona bagi semua laki-laki normal, sebejat apapun dia. Bedanya, para ikhwan itu punya raja’ (harapan), sedangkan yang selain mereka sudah putus harapan untuk bisa bersanding dengan para akhwat itu, tetapi sekali lagi, mereka tetap menarik bagi siapa saja.

“Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenalm karenanya mereka tidak diganggu.” (Al Ahzab: 59)

Subhaanallaah. Sekali lagi saya tertegun merasai Baca lebih lanjut


Tinggalkan komentar

Ada Cinta di Gandok Mulia

Setiap habis shubuh jadwal di pondok Jum’at ini adalah tahsinul qur’an (program perbaikan bacaan qur’an) dan tahfidzul qur’an (program hafalan).  Biasanya santri akan langsung disuruh berkumpul dengan kelompoknya masing-masing, dengan dipandu seorang pemandu setiap kelompoknya, di mana lagi kalo bukan di “MASJID GANDOK MULIA”. Entahlah, saya tidak tau kenapa kampung ini namanya “Gandok” dan masjid ini namanya “Gandok Mulia”, mungkin ada hubungannya sama nama salah satu penyakit, berupa bengkaknya leher karena kurang yodium? (itu GONDOK!). Kenapa juga tidak diberi nama sesuai nama pondok ini, “Takwinul Muballighin” begitu? Tapi tak apalah, karena bahasan kita kali ini bukan tentang itu kok, lagipula semua itu tidak akan berpengaruh terhadap harga cabe di pasar baru (hemm?).

Jadi gini, saat itu kita tidak ada kajian tahsin, Ustadz Arief Setiadi (bukan nama sebenarnya), sebagai pemandu utama tidak membagi para santri untuk tahsin seperti biasanya. Melainkan beliau berceramah tentang beberapa hal, kemudian tiba-tiba menyuruh saya sebagai “lurah” santri agar maju ke depan, memimpin organisasi santri PPTM yang disebut sebagai “Irsyadul Ummah” untuk mempimpin evaluasi kepengurusan. Mas Arief mengatakan bahwa beberapa santri mengeluh tentang buruknya kinerja Irsyadul Ummah, jadi harus segera dilakukan Baca lebih lanjut


2 Komentar

Kepada Kamu dengan Penuh Kebencian

Kepada kamu, dengan penuh kebencian.

Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online. Dan di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar.

Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya?

Aku benci harus Baca lebih lanjut


7 Komentar

The Chosen Jomblo

JOMBLO. Satu kata yang tak asing terutama di kalangan remaja. Jomblo adalah satu kondisi ketika seseorang tidak punya pasangan. Namun dalam perjalanannya ketidak-punya-pasangan ini sering jadi konotasi negatif, bahwa Sang Jomblo adalah orang yang tidak laku, ditinggal pacar dan punya nasib yang mengenaskan. Lalu muncullah berbagai ungkapan buat si Jomblo, seperti: “Hari gini jomblo..??”, “Ngapain jomblo terus..?”, “Mau jomblo sampe bulukan..??”, “jomblo niye..”, “eh, kamu jomblo po..?! Kasian..”. Definisi jomblo pun semakin sempit bahwa Jomblo hanya sebutan bagi para pecundang cinta (halah), yang tidak pandai membina hubungan, tidak laku atau bahkan disebut h*m*s*ks (na’udzubillah). Kalau sudah seperti ini Baca lebih lanjut